PostHeaderIcon Anggota Korem 081/DSJ Ikuti Ujian Kenaikan Tingkat Yongmoodo

 

Madiun, Korem 081/DSJ mengikuti uji kenaikan tingkat bela diri militer Yongmoodo, dari sabuk putih ke sabuk kuning, yang dilaksanakan di Aula Korem 081/DSJ Jl. Pahlawan No. 50 Kota Madiun, Rabu (4/2).

 

Ujian kenaikan tingkat itu, berjalan lancar tanpa ada hambatan, dalam ujian kali ini selain dikuti personel Korem 081/DSJ juga diikuti personel dari Kodim 0803/Madiun, sedangkan dalam pelaksanaan ujian kenaikan tingkat dari sabuk putih ke sabuk kuning rencananya di laksanakan selama dua hari. Hari pertama Rabu 4 Februari 2015 sedangkan untuk hari kedua Kamis 5 Februari 2015 digunakan bagi anggota yang belum melaksanakan ujian dikarenakan melaksanakan dinas, adapun materi yang diujikan adalah gerakan teknik dasar Yongmoodo.

Sementara itu, Kaur Uji Kasjas Dam V/Brw Lettu Inf Alex Iswahyudi sebelum pelaksanaan ujian dimulai berpesan kepada seluruh peserta, agar dalam mengikuti ujian kenaikan tingkat ini, di laksanakan dengan sunguh-sunguh, setiap gerakan laksanakan dengan serius jangan ragu-ragu ikuti petunjuk dan arahan dari pelatih serta tim penguji, utamakan factor keamanan.

Lebih lanjut Kaur Uji Kasjas Dam V/Brw mengatakan, dalam ujian kenaikan tingkat ini seluruh anggota pada umumnya sudah menguasai teknik dasar bela diri militer Yongmoodo. Akan tetapi dalam penguasaan materi istilah bahasa kadang kurang memahami sebab menggunakan bahasa Korea. Kalau teknik dasar gerakan rata-rata sudah bagus. Hanya saja bahasa untuk aba-aba dengan bahasa Korea memang kurang dapat dipahami. Tapi untuk fisik meski rata-rata mereka berusia di atas 40 tahun semangat untuk mengikuti ujian kenaikan tingkat dari sabuk putih ke sabuk kuning sangat luar biasa.Ujarnya

Pada kesempatan itu, Pasilat Korem 081/DSJ, Mayor Inf Suwadi, menuturkan, latihan bela diri militer Yongmoodo wajib diikuti seluruh anggota TNI. Pasalnya, hal ini merupakan program dari komando atas, dan harus dilaksanakan. Ketrampilan bela diri Yongmoodo diharapkan bisa menjadi bekal bagi prajurit dalam menjalankan tugas sehari-hari. Sedangkan Ujian kenaikan tingkat dari sabuk putih ke sabuk kuning ini, memang sudah diprogramkan dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana hasil latihan yang dilaksanakan  selama ini, sekaligus sebagai evaluasi  perkembangan penguasaan tehnik bela diri Yongmoodo.

Lebih lanjut Pasilat Rem 081/DSJ mengatakan, bahwa selama ini latihan Yongmoodo dilakukan tiga kali dalam sepekan dengan berbagai pencapaian target. Antara lain gerakan dasar (kibon sogi), teknik pukulan (jumok), teknik tendangan (balchagi), teknik dasar jatuhan (nakbob), teknik kuncian (sonkisul), dan teknik bantingan (momkisul). Dengan kenaikan tingkat itu, maka ke depan akan dilanjutkan latihan teknik lanjutan. Ujar Pasilat. (LS).

 

Last Updated (Wednesday, 04 February 2015 06:41)

 
Banner