PostHeaderIcon Upacara 17 an di Halaman Makorem 081/DSJ

 

Madiun, Dalam menanggapi situasi belakangan ini dengan adanya beberapa peristiwa yang salah satunya terkait dengan aksi terror terhadap aparat keamanan maupun aksi-aksi kejahatan yang menimpa masyarakat maupun Prajurit TNI, Kita semua harys berhati-hati dan waspada di manapun kita berada. Seperti kita ketahui beberapa waktu yang lalu sejumlah aksi kejahatan Geng Motor telah merenggut nyawa beberapa Prajurit TNI. Oleh karena itu kepada seluruh aparat Intelejen dan Teritorial TNI dimanapun berada dan berugas, diperintahkan untuk berkoordinasi dengan aparat kepolisian guna mendeteksi dan mencegah setiap aksi kejahatan yang dapat menimbulakn keresahan masyarakat, khususnya keluarga besar TNI dan Polri. Demikian Amanat Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo pada upacara bendera tanggal 17 Juli 2017 yang dibacakan Kepala Staf Korem 081/DSJ Letkol Inf Jemz Andre Ratu Edo, S.Sos sebagai Irup pada Upacara 17 an di halaman Makorem 081/DSJ jl. Pahlawan no 50 Madiun. Senin(17/7/17)

 

Pada Amanat tersebut Panglima TNI juga menyampaikan kepada segenap Prajurit TNI dimanapun berada dan bertugas agar tidak risau dan cemas karena selaku panglima TNI dan pimpinan akan senantiasa melindungi ketika mengambil sikap tegas dalam menindak aksi-aksi kejahatan yang meninpa masyarakat khusunya keluarga besar TNI dengan mengambil tindakan tegas dan sesuai prosedur hokum yang berlaku karena merupakan komitmen saya satu orang Prajurit TNI tersakiti maka sesungguhnya seluruh Prajurit TNI juga merasa tersakiti.

Lebih lanjut Panglima TNI menyampaikan dalam situasi darurat terorisme in, pemerintah telah mengusulkan untuk melakukan Revisi UU anti terorisme untuk memberikan paying hukumbagi aparat Negara dalam memberantas aksi-aksi terorisme. Pemberantasan trorisme tidak bisa dilakukan secara parsial, tetapi harus dilakukan secara total, semua elemen bangsa, semua pemangku kepentingan Negara, atas nama Negara di bawah paying UU anti terorisme mampu berperang melawan terorisme. Dan ditegaskan pula oleh Panglima TNI bahwa TNI tidak boleh kalah dengan teroris dan TNI selalu siap dalam pemberantasan terorisme. Diperintah apapun TNI juga siap demi menyelamatkan anak cucu Bangsa Indonesia.

Diakhir amanatnya Pnaglima TNI juga mengingatkan kepada Prajurit TNI dan ASN TNI dibidang tehnologi komunikasi dan informasi telah muncul kelompok baru yaitu “ Cyber Narcoterorism”. Kelompok ini menggunakan beragam situs terkemuka seperti you tube, twitter dan facebook untuk tujuan merebut pangsa pasar, penyebaran pemikiran, dorongan untuk mengikuti ajaran sesat, perekrutan dan berbagai informasi. Jangan mudah percaya terhadap berita bohong dan percayalah kepada para komandan satuan. Prajurit TNI dan ASN TNI harus cerdas dan cermat serta pandai memilah dalam memilih berita yang positif dan bermanfaat.

Upacara diikuti oleh Para Kasi Korem 081/DSJ, para Dan/Ka Satdisjan wilayah Korem 081/DSJ dan Prajurit TNI dan ASN TNI Korem 081/DSJ serta Satdisjan wilayah Korem 081/DSJ. (pen81)

 

Last Updated (Monday, 17 July 2017 03:37)

 
Banner