PostHeaderIcon PASI INTEL PACITAN HADIRI SOSIALISASI MASALAH PENAMBANGAN

 

PACITAN – Pemerintah Daerah Tingkat II Kab. Pacitan mengundang Dinas Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) Propinsi Jawa Timur dan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWS) untuk sosialisasi kepada masyarakat Kabupaten Pacitan mengenai masalah pertambangan khususnya di Kabupaten Pacitan yang saat ini jadi pembicaraan para pelaku usaha pertambangan galian C serta ijin pengangkutan hasil tambang.

 

Ia mengatakan “Kegiatan ini untuk mengurai persoalan yang kita hadapi terkait Pertambangan yang ada di Kabupaten Pacitan. Kondisi yang kita hadapi saat ini proses ijin Pertambangan ada di Dinas Pertambangan Propinsi Jatim, Pemda Kab.”

Lebih lanjut ia mengakui sampai saat ini Pemerintah Kabupaten Pacitan hanya memfasilitasinya proses perijinan.

Suko Wiyono berharap BBWS Bengawan Solo dapat memberikan solusi. Padahal, harapan dari masyarakat ingin melaksanakan normalisasi untuk pengerukan sungai namun bagi pelaku usaha tambang terkendala perijinan.

“Kami sangat mengharapkan kepada Dinas ESDM Propinsi untuk mencari solusi terkait Perijinan,Terkait tambang kami mewakilkan Masyarakt intinya masyarakat siap untuk melaksanakan proses perijinan yang penting regulasi perijinan dipermudah.” keluh Suko.

Kegiatan tersebut untuk mencari solusi dan menyamakan persepsi terkait Pertambangan di Kab. Pacitan.

Disisi lain, Kompol Hendri(Wakapolres Pacitan) mengatakan, “Selama ini dari pihak Kepolisian belum melangkah lebih jauh terkait Pertambangan, karena banyak yang beredar di Medsos bahwa Polisi menangkap pelaku tambang yang ada di Kab. Pacitan info itu sangat tidak benar.”

Ia menerangkan, Sesuai aturan ijin pertambangan dari Propinsi, tidak di ijinkan melakukan penambangan di daerah degrasi, tikungan luar tebing dan bagian-bagian sungai yang kritis serta di sekitar bangunan-bangunan sungai pada umumnya sesuai keputusan Dirjen Pengairan No.176/KPTS/A/1987.

Sesuai aturan WIUP (Wilayah Ijin Usaha Pertambangan) nantinya akan diterbitkan kalau selurus proses regulasi ijin pertambang sudah sesuai.

Apabila ijin pemohon hanya bisa mencantumkan 3 hektar tanah maka yang bisa di rekomendasikan dari Dinas ESDM juga 3 hektar tidak bisa lebih.

Masyarakatpun juga tidak diijinkan melakukan penambangan di daerah degrasi tikungan luar tebing, tidak diijinkan menggunakan mesin penghisap/ sedot pasir dalam penambangan keran akan merusak fungsi Sungai.

Tampak hadir Drs Suko Wiyono,MM (Sekda Pacitan), Bpk Roni Wahyono (Ket. DPRD Pacitan), Kompol Hendrik (Wakapolres Pacitan), Kapten Kav.Dadut S (Pasi Intel Dim 0801/ Pacitan), Bpk Muhandas( Kasi Intel Kejaksaan Pacitan), Drs.Bpk Joni Maryono, SH,MM (Asisten II Setda), Bpk Prasetyo,MM (Kadis Perijinan), Bpk Sar Setyo Utomo,MM (Kadis Kadis Perumahan Permukiman dan Pertanahan), Ibu Nova (Kabid Op dan Ket. Rekomtek BBWS Bengawan Solo), Bpk Bayu (Sekretaris Dinas ESDM Prov.Jatim), Bpk Turmudi ( Kabag ULP), Drs Yunan,MM (Kadis LH), Bpk Suhariyanto,SH,MM (Kakesbangpol Pacitan), Drs,Heri Setijono, MM (Camat Ngadirojo), Drs Joko P U,MM (Camat Tegalombo), Bpk Pujo,SH,S.Pt (Ket.Komisi IV Dprd Pacitan), Bpk Wawan P ( Camat Sudimoro), Drs Supardiyanto, MM (Kasatpol Pp), RS Ahmad Son Haji (Tomasy/Ket. Karang Taruna Pacitan dan Ket.Fordamas), Para Pelaku usaha Pertambangan di Pacitan, Kades se Kab. Pacitan (yang wilayahnya terdapat penambangan), Sdr Arif Setyo Budi (Ketua Pemuda Pacitan), Sdr Tri Setyo Budi (ketua Bolo Rodo Pacitan), Sdr Haning (Humas Bolo Rodo), Wartawan dan LSM serta 60 orang pelaku usaha pertambangan se Kab. Pacitan.(dim01)

 

Last Updated (Tuesday, 13 February 2018 14:14)

 
Banner