PostHeaderIcon DANDIM 0805/NGAWI HADIR ACARA JAMASAN PUSAKA DI PENDOPO WIDYA GRAHA KABUPATEN NGAWI

 

Ngawi- Jamasan pusaka merupakan warisan budaya dari para leluhur yang harus dilestarikan keberadaanya tanpa mengenal waktu. Seperti yang terlihat di Pendopo Wedya Graha acara sakral tahunan berupa jamasan pusaka digelar oleh Pemerintah Kabupaten Ngawi. Kamis(6/7/17)

 

Acara ritual budaya jamasan pusaka ini meliputi dua buah tombak antara lain Kyai Singkir dan Kyai Songgolangit serta dua payung yakni Tunggul Wulung dan Tunggul Warono dilakukan setiap tahunya menjelang peringatan berdirinya Kabupaten Ngawi yang ke-659 tahun 2017

Ritual ini langsung dipimpin oleh Bupati Ngawi Budi Sulistyono dan diikuti oleh para Unsur Pimpinan Daerah (Unspinda) serta para staf dilingkungan Pemkab Ngawi dan juga hadir Dandim 0805 Letkol Inf M. Triyandono S.I.P,Kemudian Danyonarmed 12/Kostrad Letkol Arm Wahyu Sujatmiko dan Wakapolres Ngawi Kompol Wahono dengan memakai pakaian adat kejawen yang berlangsung dengan khidmat.

Jamasan pusaka dilakukan oleh sesepuh agung Ki Suharno Ilham satu persatu pusaka yang cukup memiliki filosofi ini disiram dengan beberapa rupa kembang dan sesaji lainya dengan diikuti dengan kalimat mantra. Sebelumnya pusaka milik Pemkab Ngawi ini diboyong dari plangkanya yang ada didalam Pendopo Wedya Graha dengan dikawal oleh lima sesepuh yang dipimpin oleh Ki Sugito yang merupakan Ketua Permadani Cabang Ngawi.

Suasana di Pendopo Wedya Graha makin bertambah sakral ketika lantunan gending pakurmatan tengah mengiringi jamasan pusaka khususnya Ketawang Ngawiyat dan Gending Boyong Basuki yang ditabuh oleh para pengrawit. Seusai jamasan, ke empat pusaka diboyong lagi ke tempat semula seperti diketahui kedua tumbak dan dua payung tersebut konon peninggalan para adipati yang memegang kekuasaan di era zaman Majapahit.

“Ritual jamasan pusaka tidak bisa dilepaskan dengan sejarah awal berdirinya Kabupaten Ngawi, dengan demikian ritual seperti yang kita lakukan sekarang ini keberadaanya harus dilestarikan supaya generasi penerus nantinya akan tahu makna yang terkandung didalamnya,” terang Budi Sulistyono

Sebelumnya, rakaian dalam memperingati HUT Kabupaten Ngawi ke-659 Bupati Ngawi beserta wakilnya dan para staf melakukan ziarah ke makam leluhur. Antara lain makam Raden Tumenggung Poerwodiprojo yang ada di belakang Masjid Jamii Baiturrahman Ngawi, makam Patih Pringgo Koesoemo di Ngawi Purba, makam Raden Adipati Kertonegoro di gunung Sarean Kecamatan Sine dan di akhiri ke makam Raden Patih Ronggolono dan Putri Cempo di Desa Tawangrejo, Kecamatan Ngrambe. (Dim 0805/Ngawi)

 

Last Updated (Friday, 07 July 2017 01:26)

 
Banner