PostHeaderIcon KOMANDAN KODIM 0807/TULUNGAGUNG MENGHADIRI TALK SHOW DAN DIALOG MEMBAHAS BAHAYA KOMUNIS DI INDONESIA

 

Tulungagung , Rabu 27 September 2017 pkl. 20.00 s.d 22.10 WIB bertempat di Aula LPI Al Azhar alamat Jl. Pahlawan Ds/ Kec. Kedungwaru Kab. Tulungagung dilaksanakan kegiatan talk show dan dialog Tabayun Kebangsaan dengan thema " Bahaya Komunis di Indonesia" yang diselenggarakan oleh Aliansi Muslim Tulungagung Bersatu (AMTB) sebagai penanggung jawab Ustadz Imam Mawardi (Ketua Yayasan Al Azhar Tulungagung), dihadiri sekitar 400 orang umat muslim.

 

Sebagai Narasumber dalam talk show dan dialog tersubut Letkol Czi H. Agung Isa Rahkman, SH (Dandim 0807/ Tulungagung), Prof.Dr. Aminudin Kasdi, M.S (Guru Besar Sejarah UNESA), KH. M. Ibrahim Rais (Dewan Penasehat Gerakan Bela Negara), KH. Khamim Badruzaman (Tokoh Nahdlatul Ulama dan masyarakat) dan KH. Zuhdi (Tokoh Pesantren Magetan/Saksi korban 48).

Kegiatan talk show dan dialog Tabayun Kebangsaan dengan thema " Bahaya Komunis di Indonesia" sebagai moderator Sdr. Didik bahwa komunis saat ini sudah bergerak dan melakukan kegiatan tanpa mempunyai organisasi tapi mempunyai orang yang dapat digerakkan untuk bangkit kembali paham ideologi komunis melalui partai politik, LSM dan ormas.

Nahdlatul Ulama untuk menangkal terbentuknya ideologi komunis kembali adalah dengan mengingat kembali sejarah contoh seperti memutar film pemberontakan G 30 S PKI sehingga masyarakat dan anak - anak ngerti tentang sejarah pemberontakan PKI bagaimana, bahwa apa yang disampaikan di film ini adalah benar, memang kita sudah diputar balikkan dengan fakta yang ada.

Tokoh - tokoh PKI pintar memutar balikkan fakta, orang - orang tokoh PKI mempunyai nama lebih dari satu dan sering berbohong dan selalu berusaha membohongi sejarah. PKI setelah membunuh jenderal - jenderal menyiarkan sampai ke pelosok - pelosok.

Tantangan masyarakat adalah kemiskinan dan apabila sudah miskin maka ideologi komunis mudah masuk, Pancasila tidak hanya untuk masyarakat melainkan juga untuk pemerintah. PKI tidak mempunyai pri kemanusiaan mereka membunuh orang dengan seenaknya , kemudian dilanjutkan sambutan Letkol Czi H. Agung Isa Rahkman, SH (Dandim 0807/ Tulungagung) yang intinya :

Pemutaran film G 30 S PKI sangat perlu, kita semua sudah sepakat sejak lahirnya NKRI berdasarkan Pancasila tidak ada ideologi lain selain Pancasila, ranah TNI adalah mempunyai struktur mulai dari bawah Babinsa hingga Kodam, TNI dari rakyat untuk rakyat dan bersama rakyat. Siapa lagi yang bisa membentengi kita dengan memberikan wawasan kebangsaan pada generasi muda.

Kita tetap menjalankan sikap dan litpers tetap kita laksanakan untuk mencegah PKI masuk, NKRI dan Pancasila tetap jaya. Apa yang dilakukan oleh TNI adalah salah satunya sumpah prajurit berdasarkan Pancasila.

Pendapat pelapor bahwa kegiatan ini dalam rangka untuk mengingatkan kembali sejarah kelam pemberontakan G 30 S PKI dan sebagai upaya waspada terhadap munculnya kembali kelompok PKI sehingga tidak akan terulang kembali pungkasnya. (Md Dim 0807)

 

Last Updated (Thursday, 28 September 2017 14:17)

 
Banner