PostHeaderIcon DANDIM 0807/TULUNGAGUNG MENGHADIRI GEBREK BHINEKA TUNGGAL IKA DI KAMPUS IAIN TULUNGAGUNG

 

Tulungagung - Tulungagung di yakini sebagai kota yang menyimpan jejak jejak sejarah kegemilangan masa lalu Nusantara. Kota Tulungagung termasuk salah satu SURGA ARKEOLOGI di Jawa Timur.

 

Untuk mengenang kegemilangan tersebut Kabupaten Tulungagung menggelar Grebek Bhineka Tunggal Ika, yang bertempat di Kampus IAIN Tulungagung, Jl. Mayor Sujadi timur no. 46 Kab. Tulungagung.Selasa(26/12/17)

Grebek Bhineka Tunggal Ika ini dihadiri oleh beberapa pejabat yakni, Bpk. Lukman Hakim Saifuddin Mentri Agama RI, Bpk. Prof. Yudi Latif UKP-PIP, Ibu Eba Kusuma Sundari dari DPRI RI Komisi XI, Bpk. Kusnadi, anggota DPRD 1 Jawa Timur, Bpk. Dr. Muftukhin M.Pd., Rektor IAIN Tulungagung, Bpk. Sahri Mulyo SE. Msi Bupati Tulungagung, Bpk. Supriono SE,M.Si. Ketua DPRD Tulungagung, Letkol Czi H. Agung Isa Rahkman SH.M.Tr.(Han) Dandim 0807/Tulungagung, dan AKBP Yong Ferrydjon S.I.K MH Kapolres Tulungagung.

Pada Awal acara Grebek Bhineka Tunggal Ika ini ditandai dengan Upacara pembukaan, dilanjutkan dengan parade kesenian lokal dan orasi kebudayaan yang melibatkan tokoh tokoh Nasional. Puluhan organisasi terlibat dalam acara ini.

Dengan adanya Tulungagung sebagai jejak sejarah, hal yang paling menonjol dari bukti bukti arkeologis tersebut adalah adanya sistesis mistis antar agama dari zaman ke zaman yang di buktikan oleh banyaknya candi.

Bukti tersebut juga menguatkan keyakinan bahwa, di masa lalu Tulungagung merupakan kawasan yang di bangun sebagai wilayah spiritual bagi banyak agama.

Argumentasi ini juga dikaitkan dengan keberadaan pendharmaan Sri Gayatri Rajapatmi, di kawasan Boyolangu. Raja Majapahit tersebut di anggap sebagai, figur sentral yang menggali dan mewariskan ajaran spiritual, Bhineka Tunggal Ika hingga masa kegemilangan Majapahit.

Melalui beberapa kegiatan diskusi dan saresehan, seluruh elemen masyarakat Tulungagung akhirnya berinisiatif untuk mewujudkan Grebek Bhineka Tunggal Ika ini.

Grebek ini bukan sekedar festifal kebudayaan tetapi merupakan cara masyarakat Tulungagung, menandai identitas sebagai penyokong ajaran Bhineka Tunggal Ika, yang di wariskan dari zaman ke zaman.

Melalui acara ini, masyarakat juga menyerukan spirit bahwa Bhineka Tunggal Ika harus tetap menjadi identitas Nasional Indonesia.

Di akhir acara dilanjutkan dengan Do'a bersama yang di pimpin tokoh Agama Romo Yai Amu Sugito dari Ponpes Bad'ru Alaina, dilanjutkan pawai Grebek Kebhinekaan menuju candi Gayatri Kec. Boyolangu.(Md 0807)

 

Last Updated (Tuesday, 26 December 2017 13:28)

 
Banner