PostHeaderIcon Kodim 0808/Blitar, Pembinaan Antisipasi Balatkom dan Faham Radikal TA 2017

Blitar, Bertempat di Aula Makodim 0808/Blitar jln Ahmad Yani No 60 Kota Blitar telah dilaksanakan kegiatan Pembinaan antisipasi bangkitnya kembali Bahaya Laten Komunis (Balatkom) dan faham radikal, Kamis, (14/12)

 

Dengan Narasumber Kapten Inf Siswanto selaku Danramil Binangun Kodim 0808/Blitar, Lettu Kaf Eko Wahyudi selaku Danunit Intel Kodim 0808/Blitar yang diikuti oleh perwira Staf Kodim 0808/Blitar para Danramil dan Babinsa seluruh anggota Makodim 0808/Blitar para Toda, Toga serta anggota FKKPI Blitar

 

Acara Pembinaan Antisipasi Blatakom dan Faham Radikal ini dibuka oleh Komandan Kodim 0808/Blitar Letkol Inf Kris Bianto. SE, dalam sambutanya Dandim 0808/Blitar.

Kegiatan sosialisasi Pembinaan Antisipasi Balatakom dan Faham Radikal Ta 2017 Bertujuan untuk menangkal Timbulnya kembali gerakan gerakan Komonis gaya baru diantaranya dengan meningkatkan keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa, Meningkatkan pemahaman tentang pancasila, meningkatkan wawasan kebangsaan, meningkatkan Kemanunggalan TNI-Rakyat,

"Bahwa Komonis gaya Baru telah banyak menyusup ke berbagai elemen masyarakat dan perlu di ingat bahwa di Indonesia merupakan bahaya laten yang tidak pernah Mati, akan tetapi hanya berubah bentuk serta akan terus berkembang dengan gaya baru,,"Uajr Dandim 0808/Blitar"

Lebih lanjut Dandim juga menjelaskan, bahwa berdasarkan Tap MPR RI No XXV/MPRS/1966,pemerintah telah membubarkan PKI atau partai Komonis Indonesia yang ada di seluruh wilayah Indonesia.

Sebagai orang No 1 di kodim 0808/Blitar Beliau juga memerintahkan kepada seluruh anggotanya khususnya Babinsa sebagai ujung tombak satuan kowil yang aktif dalam berinteraksi dengan Masyarakat agar mewaspadai gerakan gerakan yang mencurigakan, serta lebih proaktif dalam menyikapi setiap perkembangan yang terjadi di lapangan,

Beliau juga menambahkan kepada seluruh peserta cara atau langkah antisipasi "membangkitkan kesadaran masyarakat untuk mencegah hidupnya kembali komonis melalui sarana diskusi, seminar, penyuluhan, filem, acara TV, ceramah agama, kemudian mewaspadai upaya penyusupan ideologi tersebut ke dalam tubuh pemerintah TNI-POLRI serta ormas agama maupun ormas nasionalis dan komponen Bangsa"Terangnya.(gun08)

 

Last Updated (Friday, 15 December 2017 11:40)

 
Banner