PostHeaderIcon Upacara Gabungan Harkitnas di Kodim 0808/Blitar

 

Blitar, Dandim 0808/Blitar Letkol Inf Kris Bianto, S.E., menjadi Irup Upacara dalam rangka Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas), bertempat di Jln. Ahmad Yani No. 06 Kota Blitar, Senin (21/05/2018)

 

Kegiatan Upacara dalam rangka Harkitnas ini pun juga diikuti oleh Anggota Personel Kodim 0808/Blitar, PNS Kodim 0808/Blitar, Personel TNI, PNS Polban Blitar dan Sub PM Blitar

Harkitnas adalah dihitung sejak proses sejarah yang ditandai dengan akhirnya organisasi Boedi Oetomo pada 20 Mei 1908, Boedi Oetomo adalah suatu organisasi pribumi yang bicara tentang persatuan dan kesatuan. Meskipun ketika pertama kali berdiri, Boedi Oetomo belum menyasar ide nasionalisme secara keseluruhan, namun semangat untuk bersatu menjadi pemicu lahirnya organisasi tersebut

Kebangkitan benih-benih semangat nasionalisme ketika itu ditandai dengan munculnya kesadaran sebagai sebuah bangsa untuk menjadi maju dan berdaulat, serta membebaskan diri dari belenggu bangsa lain, walaupun konteksnya masih sangat terbatas.

dalam sambutannya Komandan Kodim 0808/Blitar Letkol Inf Kris Bianto, S.E., mengatakan bahwa Ketika rakyat berinisiatif untuk berjuang demi meraih kemerdekaan, kita hanya memiliki semangat dalam jiwa dan kesiapan mempertaruhkan nyawa,

Bersatu adalah kuci ketika ingin menggapai cita-cita yang mulia. Boedi Oetomo memberi contoh bagaimana berkumpul dan berorganisasi tanpa melihat asal muasal prinodial menjadi tumbuhnya semangat nasionalisme sebagai bahan bakar utama kemerdekaan

Presiden pertama Bpk. Soekarno mengatakan pada hari itu kita memasuki cara satu 'idee' Naluri pokok ingin merdeka, naluri pokok ingin hidup berharkat sebagai manusia dan sebagai bangsa, ujarnya

lebih lanjut Dandim 0808/Blitar menyampaikan Para pendahulu seperti Boedi Oetomo memberikan yang terbaik bagi terbentuknya Bangsa melalui organisasi, bukan memberikan harta atau senjata sehingga jiwa api nasionalisme dalam diri.masing-masing

Seratus sepuluh tahun Bangsa ini telah.menjadi bangsa yang maju dan besar, meski belum sepenuhnya sempurna baaik segi perekonomian, kesehatan, pendidikan dan sebagainya

Dalam Butir kelima dari Nawacita Kabinet Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla berisi visi untuk meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan

Pada awal tahun ini, visi tersebut mendapat penekanan lebih melalui amanat Presiden Joko Widodo yang menyatakan bahwa pemerintah akan meningkatkan pembangunan sumber daya manusia (SDM) pada tahun 2019, melanjutkan percepatan pembangunan infrastruktur yang menjadi fokus pada tahun-tahun sebelumnya

Oleh sebab itu "Pembangunan sumber daya manusia memperkuat pondasi kebangkitan nasional Indonesia dalam era digital", Bung Karno menggambarkan kita seperti layaknya sapu lidi. lidi tidak diikat maka lidi tersebut akan tercerai berai, jika digabungkan manusia apa bisa mematahkan sapu lidi yang sudah terikat

Dulu kita bisa, dengan keterbatasan akses pengetahuan dan informasi kita bisa menyatukan pikiran untuk memperjuangkan kedaulatan Bangsa agar menjadi wadah yang kondusif bagi.perkembangan budi.pekerti, yang seimbang dengan pengetahuan dan keterampilan generasi penerus kita, "ucap Dandim 0808/Blitar"...(Gunawan/Blt)

 

Last Updated (Tuesday, 22 May 2018 10:06)

 
Banner