PostHeaderIcon Forkompimda Nganjuk Antisipasi Faham Radikalisme dan Terorisme

 

Nganjuk. Dahsyatnya getaran bom bunuh diri di Surabaya, dampaknya hingga merambat ke hati warga Nganjuk. Akibatnya, warga Nganjuk melalui Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Nganjuk bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nganjuk, serta beberapa organisasi massa (Ormas) PC NU, PD Muhammadiyah, LDII, Forum Komunikasi antar Umat Beragama (FKUB) di Nganjuk mengadakan rapat koordinasi, mengantisipasi terorisme dan faham radikalisme di Kabupaten Nganjuk.

 

Rapat koordinasi dipimpin langsung oleh Pj. Bupati Nganjuk Drs. Sudjono, MM, di dampingi oleh Dandim 0810/Nganjuk dan Kapolres Nganjuk berlangsung di ruang rapat Peringgitan Pendapa Kabupaten Nganjuk, Senin, 14 Mei 2018 pukul 09.30 WIB.

Pj. Bupati Nganjuk melalui Kabag Humas Pemkab Nganjuk Agus Irianto menyampaikan, pokok pembahasan rapat koordinasi terkait kejadian bom bunuh diri yang berlangsung di Surabaya. Pemkab Nganjuk, bersama Forkompimda serta sejumlah ormas dan warga Nganjuk mengantisipati meluasnya terorisme dan faham radikalisme di Kabupaten Nganjuk.

Hasilnya, pemkab bakal melakukan pembinaan khusus terhadap para aparatur sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkab Nganjuk yang diidentifikasi mengikuti faham dan organisasi Hizbullah Tahrir Indonesia (HTI).

“Dalam rapat koordinasi juga disinggung kegiatan di pondok pesantren serta pembinaan peserta didik di setiap jenjang sekolah saat mengikuti pondon ramadhan. Supaya kegiatan memiliki arah yang jelas dan menjalin kerjasama dengan penceramah,” terangnya.

Selanjutnya, lanjut Kabag Humas, Pj. Bupati Nganjuk juga melakukan pengamanan terhadap aset pemerintah, mulai dari pendapa, kantor dewan, masjid, gereja, serta seluruh instansi pemerintah yang ada di Kabupaten Nganjuk.

Kepada Camat, Pj. Bupati Nganjuk memerintahkan untuk mengkoordinir semua jajarannya hingga ke tingkat desa agar secepatnya mengambil sikap bila dicurigai adanya aksi terorisme dan faham radikalisme di wilayahnya masing-masing.

“Pengamanan secara preventif melalui kecamatan, kelurahan, majelis keagamaan hingga sekolah untuk mengurangi ruang gerak terhadap terorisme dan paham radikalisme,” tegasnya.(rizal)

 

Last Updated (Tuesday, 15 May 2018 06:20)

 
Banner