PostHeaderIcon Membina Keharmonisan dalam Keluarga Prajurit

 

Blitar, Pembinaan mental (bintal) Personel dan Persit Yonif 511/DY merupakan bagian dari kepedulian Komando Atas dan pembinaan personel untuk mewujudkan mental seorang prajurit dan Persit yang handal. Tujuannya adalah agar setiap tindakan prajurit dan Persit dilandasi moral, semangat, dan motivasi yang tinggi, sehingga terbentuk insan prajurit dan Persit yang bertumpu pada jati dirinya yang telah terbina secara serasi, selaras, serta seimbang. Dalam sosialisasi kegiatan bintal tersebut, Bapak Drs. Muh. Sudiono dari Bintaldam V/Brw selaku penceramah menekankan, setiap prajurit TNI dan Persit agar memelihara dan meningkatkan harmonisasi dalam kehidupan keluarga bagi yang sudah berkeluarga karena tingkat perceraian di Jawa Timur khususnya Kab/Kota Blitar setiap tahun semakin meningkat untuk itu kami menghimbau agar dalam komunikasi kehidupan keluarga perlu ditingkatkan. Harmonisasi dengan rakyat juga di jalin setiap hari karena bersama rakyat TNI kuat, hebat, profesional, dan siap mewujudkan Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian. Pelaksanaan kegiatan Bintal tersebut bermaksud agar prajurit Yonif 511/DY, mampu meningkatkan disiplin, dedikasi, dan loyalitas, sebagai jati diri  TNI guna mengurangi pelanggaran dan kejahatan dalam tubuh TNI seperti  narkoba, pencurian dan kekerasan serta tindak kejahatan lainnya.Rabu(17/5/17)

 

Danyonif 511/DY Letkol Inf Dodik Novianto, S.Sos mengatakan, bahwa pembinaan mental merupakan bagian dari pembinaan personel TNI terhadap kepribadian prajurit yang lebih baik. Pembinaan mental yang bertujuan agar setiap prajurit TNI dalam melaksanakan tindakannya senantiasa dilandasi moral, semangat dan kesadaran yang tinggi serta diarahkan untuk membentuk insan prajurit yang bertumpu pada jati dirinya. Danyon mengingatkan kepada para personel dan Persit agar tetap memelihara disiplin dan perilaku yang baik dalam menjalankan tugas dan fungsinya masing-masing dengan penuh rasa tanggung jawab, sehingga tercapai peningkatan kinerja yang berkualitas.

“Pembinaan mental harus dibina secara selaras dan seimbang antara mental serta fisik. Untuk itu, tingkat kemampuan fisik prajurit dapat diperkuat dengan moralitas dan semangat kejuangan yang tangguh. Pada hakekatnya unsur mental dan fisik merupakan satu kesatuan yang secara utuh dan tidak dapat dipisahkan,” kata Danyonif 511/DY.

“Mental prajurit yang buruk dapat melahirkan pelanggaran, maka untuk membangun dan melatih prajurit TNI yang bermental tangguh dibutuhkan bimbingan mental rohani seperti yang dilaksanakan hari ini,”ujar Danyonif 511/DY.

Namun dengan adanya kemantapan dan kesadaran iman, bisa dilihat dengan kesungguhan para prajurit untuk menjalankan ibadah agamanya, menjauhi segala perbuatan yang tercela dan mampu mengatasi segala persoalan hidupnya dengan lebih mendekatkan diri kepada Tuhan Y.M.E. Karena dengan modal mental yang membaja, seorang prajurit akan dapat melaksanakan tugasnya dengan baik. Oleh karena itu, agama merupakan salah satu sarana yang berpengaruh dalam mempersiapkan mental. Karena agama merupakan dasar kehidupan yang dapat sebagai penyemangat dalam tugas. Bimbingan pembinaan mental ini sekaligus untuk memberikan pencerahan kepada para anggota yang nantinya akan terbentuk menjadi prajurit Sapta Marga yang profesional dengan memiliki moralitas yang tinggi, sadar hukum, sehat dan sejahtera sehingga siap untuk menyukseskan setiap tugas yang diemban oleh seluruh prajurit. (DONI)

 

Last Updated (Wednesday, 17 May 2017 07:35)

 
Banner